Senin, 26 September 2016

0 Penuntunku, Cahayaku

Tak terhitung sudah jarak yang kami lalui hingga detik ini
Keadaan yang tak seperti dulu seakan membuatku sejenak merenung
Apa ini bagian akhir cerita ini?
Namun tak sanggup tuk akhiri begitu cepat dengan segala mimpi yang telah tercatat bersama
Bertahan untuk semua ini?
Ya, dalam benakku, hanya itu cara tuk bersamanya
Namun, menunggunya meraih gelar itu seakan membuatku terkatung-katung dengan apa yang kumiliki
Andai saja, izin telah didapat, restu hanya melenggang begitu saja, tak mungkin hati ini ragu dan terbius dalam ketakutan mendalam
Sejenak terlintas kalimat yang pernah terlisankan guruku yang telah tiada
"Saat dirimu dewasa, kau akan bersama orang yang mendampingimu, namun kau masih menyayangi amat sangat dengan orang lain"
Teka-teki macam itu yang hingga detik ini ku berusaha untuk menganggapnya sebagai kelebihannya
Namun, hingga keadaan itu belum terjadi, kepercayaan ini hanyalah sebuah khayalan
Ketika awal hingga saat ini bersamamu, dengan segala apa yang telah terjadi
Berat hati ini jauh darimu, apa karena salahku?
Jika waktu bisa berputar, aku ingin dirimu berada di kota yang sama denganku
Tanpa adanya jarak yang terbentang hingga lima jam perjalanan
Tapi, saat tak ada udzur yang pasti, menyusulmu adalah hal wajib untuk menjengukmu
Menghapus ketakutan yang ada, mengembalikan kepercayaan yang perlahan mulai hilang
Dan menjadikan sebuah kedatangan pertemuan untuk memperkuat jalin kasih ini
Karena aku percaya dan selalu berdoa,
Agar dirimu menjadi penuntunku kelak
Menjadi cahayaku, dan menjadi penopangku
Hingga berada satu shaf didepanmu

0 komentar:

 

Be Better Than Before Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates