Rabu, 28 Maret 2012

0 Selamat Tinggal Sayang


Ku sendiri...
Teringat masa indah kita berdua
Menikmatii tulusnya cinta
Hatiku pun terassa bahagia
Kubelai wajahmu penuh manja

Ku impikan...
Dirimu dan diriku mengikat janji
Namun kini ku tak mengerti
Kau tinggalkan diriku sendiri
Kau pergi jauh dan tak kembali

Ohh... Berakhir sudah
Semua tinggal menjadi kenangan
Ku ingat salam yang kau berikan
... Selamat tinggal sayang...

Senantiasa...
Kukenang masa indah kita berdua
Walau kita telah berpisah
Cintaku padamu takkan padam
Kunantikan dirimu kembali

Minggu, 11 Maret 2012

0 Regalize Boys

Yakk, saya akan ngasih tau wajah-wajah dari Anak REGAL85 cowok yang gokil abis dahh :D Selera humor tinggi, kalo marah, nggak maen2 deh *termasuk saya*-_-
Okee, kita mulai aja :


Alas Sukma Rusmana No. urut 2, anak paling alim sekelas *mungkin* dan paling suka nyiptain logat2 baru buat anak cowok. Kalo marah, gak maen2 deh-_- Paling pinter Matematika, kalo ngerjain soal paling suka cara rumitt dan nggak pengen pake cara cepet. :D Dipanggil anak2 cewek "KakaGendut" Masih banyak lagi tentang Alas ini. Sekian dulu dehh buat bahas dia~


Arnan Jinawi No. Urut 5, jangan ditanya ya. Anak ini paling rajinn deh sekelas sama kayak habel, pinter banget yang namanya fisika *sangaar wes*, dan dia adalah tipe orang yang setia dan baru merasakan firstlove dengan Yuni Rahmawati, udah setaun lohhh*bayangin aja* kurang setia apa coba. Sensitive, cepet ngambek*kadang2*, paling gila yang namanya basket. Sayangnya, ndak masuk tim. -- Gapapa lah, bagi dia "cuma terima apa adanya aja", dan orang paling bijaksana dikelas, punya pikir panjang dan matang. Jempoll 100 deh buat anak ini :D Dan Arnan ini suka mesum juga dan ngepopulerin kata2 unik nan gila. :D Sering dipanggil "KakekSanta" sama anak2 cewek. Dan paling ANti sama yang namanya kamera. Dan foto ini pun karena Hoki.. Udahan dulu~


Yakk, dan inilah saya -,- *Maafjelek-_-v* Jujurrr yaa.. Choirul Garin Pratama No.Urut 7 Saya ini paling suka pelajaran TIK, Fisika, Olahraga. Lumayan lah nilai olahraga saya baguss kecuali renang -_- Dulu paling suka banget namanya basket, tapi sekarang hijrah ke sepakbola/futsal. Aku kalo marah, nggak maen2 daah. *jujur*, untukk kelanjutannya, tanya teman2 saya saja ya --v AMpunn banget sama namanya matematika, dann milanisti dikelas dan paling gila yang namanya AC Milan dan Iker Casillas dan nomor 7, 3, dan 32, sering galaunya pasti.. :Dv Sering dipanggil "KakaSemok" -,- Nggak tau kenapa--a Dan termasuk tipe orang yang setia :D udah dulu dahh~


Yupsss, tampang kerenn, cool, ganteng, pujaan para cewek-- Haha :D *emangsih* namanya Dwinanda Reza Savero NO.Urut 9, Paling suka sepak bola. Dan denger2 lagi diributin 2 cewek dikelas (Thania&Oca), ngefans banget sama INter Milan(Interisti) dan suka dipanggil "monyoongg" ato "KakaMonyong" karena emang bibir dia yang monyonngg nan seksii :D *kataanak2*. Sensitive sama kayak Arnan, dan dia suka ke-PEDE-an karena gantengnya itu. Gila bola dan kalo lagi maen bola sering dipanggil "DiegoMilito", ya karena striker handal dari Inter cuma Si Milito itu. Mesum juga. Dan duo mesum bareng Iqbal.. Anak ini juga Indigoo. -- Dia juga tipe yang setia lohh :D Buruan daftar dehh mumpung jombloo xD Udahhh~


Yakk, Habel Widiarto No.Urut 12, wahh2 dapet gelar anak paling jujur sekelas, pinter bangeett disemua mata pelajaran rank 2 jehhh :D Ulangannya gapernah dibawah KKM -- Anti Kamera, sensitive, agak punya sosok keibuan *kataArnan*.. Kadang dia juga maless, banyak guyon tapi tetep pinter. :D Katanya suka sama anak kelas, tapi masih tanda tanyaa :D Kekurangan ide buat Habel ini~


Sang Ketua Kelas sekaligus Ketua MPK, Ivan Dwi Arifianto No.Urut 14, Ketua paling gilaa.. -_- Gamerss sejati pas wes kayak Radifan. :D Paling suka coba2 yang namanya game. Orangpolos yang kalo ngomong suka dibulet2in -,- Nggakpernah marah lohhhh dari kelas 7. :D Sekarang dia suka yang namanya sepak bola xD.. Udah ya, gak ada ideee --v


Muhammad Iqbal Hamdany No.Urut 16, Ganteng, poloss, sabar, nggak gampang marah, mesum, kalo suka cewek nggak pernah diumbar-umbar :DD Julukan "LuizSuarez" yang melekat dengannya emang mirip dehh sama Luis Suarez, bengal, humoris, kalo yang namanya sepakbola, nggak pernah ada kata sabar. :D Pinter agama, deket sama gebby sekarang. Dan deket juga sama denny :D *sedikitMaho*.. Gamerss tapi setia dengan satu game. :D yaitu, Pokemon. Tiap hari maen pokempn bareng alas dan denny. xD DIa juga Duo Striker with Reza :) Dan bagi para cewek yang sedang mencari cowok, Iqbal selalu ada. :D Maklum, dia pernah suka dan nembak cewek, cuma timenya nggak pas. --a Dia adalah tipe setia. :D Udahhan yoo~~


Radifan Aufar Pratama No.Urut 20, striker dan shooter terbaik 85 :D Nggak punya pacar tapi masih deket sama mantannya, Mutiara(Emak) 83, wah2 bau2 balikan -- Gamers Online sejati dehhh~ Sekali maen langsung dewaaaaa. Paling menonjol sama Akutansi. Jempoll 100 deh buat dia.. Dann, apa lagi ya? -_- .. Dia paling banyak berkorban dibidang materi. :) Kalo marah mah gak tanggung2.. :D Paling ANti sama yang namanya kamera. xD Sudahhh~~

Dan terakhir... The Special Species. xDv

Yaakkkk, Virdiawan Ihza Prasta No.Urut 24, dipanggil Denny *nggaktaukenapa*, sekarang cinta banget yang namanya Zagita 79, dan Rival dari Dinda 85 xDD Kayaknya bakal jodoh mereka xDD. Anak paling PD dan dapet gelar anak ter-dermawan. :D Dia sering banget ulah tapi kadang kasian juga. Tapi gimanapun juga dia teman kami. Kalo anak cowok lagi bosen, paling seneng nggarai denny. Wahh2 xD Cita2nya hacker terkenal, bung. Kurang sangar apa coba -_- Dia sebenernya pinter, cuma males aja. Haduhhh -- Bingung dehh mau apa sama dia.. Polos, suka humor, nggak bisa marah blaasss, cuma punya 1 ekspresiii, mau marah, mau sedih, tetep aja samaa --a Udahhh segini aja..


Dan selesai.. Sebelum menutup, saya mau bilang sesuatu dan pesan buat kalian semua :)
Meskipun banyak perbedaan antara kita semua, kita harus terima apa adanya. :) Teman akan selalu ada buat kita saat suka maupun duka. :) Jangan putuskan hubungan pertemanan kalian, karena itu adalah harta sesunguhnya. :) Di Dunia ini kita dituntut untuk bersatu dan bersama dalam menyongsong kebaikan esok hari.. ;) Thankss~

Senin, 05 Maret 2012

0 AC Milan


Associazione Calcio Milan Italia (dipanggil A.C. Milan atau Milan saja) adalah sebuah klub sepak bola Italia yang berbasis di Milan. Mereka bermain dengan seragam bergaris merah-hitam dan celana putih (kadang-kadang hitam), sehingga dijuluki rossoneri ("merah-hitam"). Milan adalah tim tersukses ketiga dalam sejarah persepak bolaan Italia, menjuarai Seri A 18 kali dan Piala Italia 5 kali.
Klub ini didirikan pada tahun 1899 dengan nama Klub Kriket dan Sepak bola Milan (Milan Cricket and Football Club) oleh Alfred Edwards, seorang ekspatriat Inggris.[2] Sebagai penghormatan terhadap asal-usulnya, Milan tetap menggunakan ejaan bahasa Inggris nama kotanya (Milan) daripada menggunakan ejaan bahasa Italia Milano.

Ini dia maskot Milan :
Milanello

Sejarah (1899 hingga kini)

Awal masa terbentuk
"Kita akan menjadi sebuah tim iblis. Warna kita adalah merah menandakan api dan warna hitam menandakan rasa takut yang akan menyerang lawan!”—Herbert Kilpin

Klub ini didirikan oleh dua orang ekspatriat Inggris , yaitu Herbert Kilpin dan Alfred Edwards dengan nama Klub Kriket dan Sepakbola Milan pada tahun 16 Desember 1899. Pada saat itu, Edwards menjadi Presiden klub pertama Milan dan Kilpin menjadi kapten tim pertama Milan. Musim 1901, Milan memenangkan gelar pertamanya sebagai jawara sepak bola Italia, setelah mengalahkan Genoa C.F.C. 3-0 di final Kejuaraan Sepakbola Italia. Pada 1908, sebagian pemain dari Italia dan para pemain dari Swiss yang tidak menyukai dominasi orang Italia dan Inggris dalam skuat inti Milan saat itu, memisahkan diri dari Milan dan membentuk Internazionale.

Masa GreNoLi
Pada dekade 50-an, Milan ditakuti di bidang sepak bola dunia karena mempunyai trio GreNoLi , yang terdiri atas Gunnar Gren , Gunnar Nordahl , dan Nils Liedholm .Ketiganya merupakan pemain asal Swedia. Gren dan Nordahl beroperasi di sektor depan sebagai striker, sementara Liedholm mendukung serangan sebagai penyerang bayangan (playmaker). Tim pada masa ini juga dihuni oleh sekelompok pemain-pemain berkualitas pada masanya, seperti Lorenzo Buffon, Cesare Maldini, dan Carlo Annovazzi. Kemenangan tersukses AC Milan oleh Juventus tercipta 5 Februari 1950, dengan skor 7-1, dan Gunnar Nordahl mencetak hat-trick.

GreNoLi

Era Nereo Rocco
Milan kembali memenangi musim 1961/1962. Pelatihnya saat itu adalah Nereo Rocco, pelatih sepak bola yang inovatif, yang dikenal sebagai penemu taktik catenaccio (pertahanan gerendel/berlapis). Di dalam tim termasuk Gianni Rivera dan José Altafini yang keduanya masih muda. Musim berikutnya, dengan gol Altafini, Milan memenangkan Piala Eropa pertama mereka (kemudian dikenal sebagai Liga Champions UEFA) dengan mengalahkan Benfica 2-1. Ini juga merupakan pertama kalinya sebuah tim Italia memenangkan Piala Eropa.
Meskipun begitu, selama tahun 1960-an piala kemenangan Milan mulai menyusut , terutama karena perlawanan berat dari Inter yang dilatih Helenio Herrera. Scudetto berikutnya tiba hanya di 1967/1968, berkat gol Pierino Prati, topskor Seri A di musim itu, Piala Winners berhasil direbut ketika mengalahkan Hamburger SV, dan juga berkat dua gol dari Kurt Hamrin. Musim selanjutnya AC Milan memenangkan Piala Eropa kedua (4–1 untuk AFC Ajax), dan pada 1969 memenangkan Piala Interkontinental pertama, setelah mengalahkan Estudiantes de La Plata dari Argentina dalam dua leg dramatis (3–0, 1–2).

Scudetto kesepuluh dan Seri B
Pada tahun 1970, Milan merebut tiga gelar Coppa Italia dan gelar Piala Winners kedua; namun, tujuan utama Milan adalah scudetto kesepuluh, yang berarti mendapatkan "bintang" untuk tim (di Italia,setiap tim yang meraih 10 gelar liga mendapat bintang yang disemat di bajunya). Di 1972 mereka meraih semifinal Piala UEFA, kalah dari pemenang sesungguhnya, Tottenham Hotspur. Musim 1972/1973 mereka hampir memenangkan scudetto kesepulh, namun gagal karena hasil kalah menyakitkan dari Hellas Verona F.C. di pertandingan terakhir musim. AC Milan menunggu sampai musim 1978/1979 untuk meraih scudetto kesepuluh mereka, yang dipimpin oleh Gianni Rivera, yang pensiun dari dunia sepak bola setelah membawa timnya meraih kemenangan tersebut.
Namun, hasil terburuk datang kepada "Rossoneri": setelah memenangkan musim 1979/1980, Milan didegradasi ke Seri B oleh F.I.G.C, bersama S.S. Lazio, karena terlibat skandal perjudian Totonero 1980. Di 1980/1981, Milan dengan mudah menjuarai Seri B, dan kembali ke Seri A, di mana penyakit tersebut terulang di musim 1981/1982, Milan terdegradasi kembali.

The Dream Team
Kedatangan Berlusconi
Setelah serentetan masalah menerpa Milan, dan membuat klub kehilangan suksesnya, AC Milan dibeli oleh enterpreneur Italia, Silvio Berlusconi. Berlusconi adalah sinar harapan Milan kala itu. Dia datang pada 1986. Berlusconi memboyong pelatih baru untuk Milan, Arrigo Sacchi, serta tiga orang pemain Belanda, Marco van Basten, Frank Rijkaard, dan Ruud Gullit, untuk mengembalikan tim pada kejayaan. Ia juga membeli pemain lainnya, seperti Roberto Donadoni, Carlo Ancelotti, dan Giovanni Galli.

Era Sacchi
Arrigo Sacchi

Sacchi memenangkan Serie A musim 1987-1988. Di 1988-1989, Milan memenangkan gelar Liga Champions ketiganya, mempecundangi Steaua Bucureşti 4-0 di final, dan gelar Piala Interkontinental kedua mengalahkan National de Medellin (1-0, gol tercipta di babak perpanjangan waktu). Tim mulai mengulangi kejayaan mereka di musim-musim berikutnya, mengalahkan S.L. Benfica, dan Olimpia Asunción di 1990. Skuat kemenangan Eropa mereka adalah:
Kiper : Giovanni Galli
Bek: Mauro Tassotti -- Alessandro Costacurta -- Franco Baresi -- Paolo Maldini
Gelandang : Angelo Colombo -- Frank Rijkaard -- Carlo Ancelotti -- Roberto Donadoni
Penyerang : Ruud Gullit -- Marco van Basten -- Lothar Kahn

Era Capello
Fabio Capello

Saat Sacchi meninggalkan Milan untuk melatih Italia, Fabio Capello dijadikan pelatih Milan selanjutnya, dan Milan meraih masa keemasannya sebagai Gli Invicibli (The Invicibles) dan Dream Team. Dengan 58 pertandingan tanpa satu pun kekalahan Invicibli membuat tim impian di semua sektor seperti Baresi, Costacurta, dan Maldini memimpin pertahanan terbaik, Marcel Desailly, Donadoni, dan Ancelotti di gelandang, dan Dejan Savićević, Zvonimir Boban, dan Daniele Massaro bermain di sektor depan. Pada saat dilatih Capello ini, Milan pernah singgah ke Indonesia dalam rangka tur musiman dan melawan klub lokal Persib Bandung. Pertandingan yang dimulai di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada tanggal 4 Juni 1994 itu dimenangkan Milan dengan skor telak 8-0. Gol kemenangan Milan dicetak oleh Dejan Savićević ('17)('18), Gianluigi Lentini ('26), Paolo Baldieri ('27)('48)('58), Christian Antigori ('68), dan Stefano Desideri ('78).

Masa masa sulit (Tabarez ke Terim)
1996-1997
Setelah kepergian Fabio Capello pada tahun 1996, Milan merekrut Oscar Washington Tabarez tetapi perjuangan keras di bawah kendalinya kurang berhasil dan mereka selalu kalah dalam beberapa pertandingan awal. Dalam upaya untuk mendapatkan kembali kejayaan masa lalu, mereka memanggil kembali Arrigo Sacchi untuk menggantikan Tabarez. Milan mendapatkan tamparan keras kekalahan terburuk mereka di Seri A, dipermalukan oleh Juventus F.C. di rumah mereka sendiri San Siro dengan skor 1-4. Milan membeli sejumlah pemain baru seperti Ibrahim Ba, Christophe Dugarry dan Edgar Davids. Milan berjuang keras dan mengakhiri musim 1996-1997 di peringkat kesebelas di Seri A.
1997-1998
Sacchi digantikan dengan Capello di musim berikutnya. Capello yang menandatangani kontrak baru dengan Milan merekrut banyak pemain potensial seperti Kristen Ziege, Patrick Kluivert, Jesper Blomqvist, dan Leonardo; tetapi hasilnya sama buruk dengan musim sebelumnya. Musim 1997-1998 mereka berakhir di peringkat kesepuluh. Hasil ini tetap tidak bisa diterima para petinggi Milan, dan seperti Sacchi, Capello dipecat.
1998-1999
Dalam pencarian mereka untuk seorang manajer baru, Alberto Zaccheroni menarik perhatian Milan. Zaccheroni adalah manajer Udinese yang telah mengakhiri musim 1997-1998 pada peringkat yang tinggi di tempat ke-3. Milan mengontrak Zaccheroni bersama dengan dua orang pemain dari Udinese, Oliver Bierhoff dan Thomas Helveg. Milan juga menandatangani Roberto Ayala, Luigi Sala dan Andres Guglielminpietro dan dengan formasi kesukaan Zaccheroni 3-4-3, Zaccheroni membawa klub memenangkan scudetto ke-16 kembali ke Milan. Starting XI adalah: Christian Abbiati; Luigi Sala, Alessandro Costacurta, Paolo Maldini; Thomas Helveg, Demetrio Albertini, Massimo Ambrosini, Andres Guglielminpietro; Zvonimir Boban, George Weah, Oliver Bierhoff.
1999-2000
Meskipun sukses di musim sebelumnya, Zaccheroni gagal untuk mentransformasikan Milan seperti The Dream Team dulu. Pada musim berikutnya, meskipun munculnya striker Ukraina Andriy Shevchenko, Milan mengecewakan fans mereka baik dalam Liga Champions UEFA 1999-2000 ataupun Seri A. Milan keluar dari Liga Champions lebih awal, hanya memenangkan satu dari enam pertandingan (tiga seri dan dua kalah) dan mengakhiri musim 1999-2000 di tempat ke-3. Milan tidaklah menjadi sebuah tantangan bagi dua pesaing scudetto kala itu, S.S. Lazio dan Juventus.
2000-2001
Pada musim berikutnya, Milan memenuhi syarat untuk Liga Champions UEFA 2000-2001 setelah mengalahkan Dinamo Zagreb agregat 9-1. Milan memulai Liga Champions dengan semangat tinggi, mengalahkan Beşiktaş JK dari Turki dan raksasa Spanyol FC Barcelona, yang pada waktu itu terdiri dari superstar internasional kelas dunia, Rivaldo dan Patrick Kluivert. Tapi performa Milan mulai menurun secara serius, seri melawan sejumlah tim (yang dipandang sebagai kecil/lemah secara teknis untuk Milan), terutama kalah 2-1 oleh Juventus di Seri A dan 1-0 untuk Leeds United. Dalam Liga Champions putaran kedua, Milan hanya menang sekali dan seri empat kali. Mereka gagal untuk mengalahkan Deportivo de La Coruña dari Spanyol di pertandingan terakhir dan Zaccheroni dipecat. Cesare Maldini, ayah dari kapten tim Paolo, diangkat dan hal segera menjadi lebih baik. Debut kepelatihan resmi Maldini di Milan dimulai dengan menang 6-0 atas A.S. Bari, yang masih memiliki senjata muda, Antonio Cassano. Itu juga di bawah kepemimpinan Maldini bahwa Milan mengalahkan saingan berat sekota Internazionale dengan skor luar biasa 6-0, skor yang tidak pernah diulang dan di mana Serginho membintangi pertandingan. Namun, setelah bentuk puncak ini, Milan mulai kehilangan lagi termasuk kekalahan 1-0 yang mengecewakan untuk Vicenza Calcio, dengan satu-satunya gol dalam pertandingan dicetak oleh seorang Luca Toni. Terlepas dari hasil ini, dewan direksi Milan bersikukuh bahwa Milan mencapai tempat keempat di liga di akhir musim, tapi Maldini gagal dan tim berakhir di tempat keenam.
2001-2002
Milan memulai musim 2000-2001 dengan lebih banyak penandatanganan kontrak pemain bintang termasuk Javi Moreno dan Cosmin Contra yang membawa Deportivo Alavés ke putaran final Piala UEFA. Mereka juga menandatangani Kakha Kaladze (dari Dynamo Kyiv), Rui Costa (dari AC Fiorentina), Filippo Inzaghi (dari Juventus), Martin Laursen (dari Hellas Verona), Jon Dahl Tomasson (dari Feyenoord), Ümit Davala (dari Galatasaray) dan Andrea Pirlo (dari Inter Milan). Fatih Terim diangkat sebagai manajer, menggantikan Cesare Maldini, dan cukup sukses. Namun, setelah lima bulan di klub, Milan tidak berada di lima besar liga dan Terim dipecat karena gagal memenuhi harapan direksi.

Era Ancelotti
Terim digantikan oleh Carlo Ancelotti, meskipun rumor bahwa Franco Baresi akan menjadi manajer baru. Terlepas dari masalah cedera pemain belakang Paolo Maldini, Ancelotti berhasil dan mengakhiri musim 2001-02 dalam peringkat empat, tempat terakhir untuk di Liga Champions. Starting XI pada saat itu adalah Christian Abbiati; Cosmin Contra, Alessandro Costacurta, Martin Laursen, Kakha Kaladze, Gennaro Gattuso, Demetrio Albertini, Serginho; Manuel Rui Costa; Andriy Shevchenko, Filippo Inzaghi. Ancelotti membawa Milan meraih gelar juara Liga Champions pada musim 2002/2003 ketika mengalahkan Juventus lewat drama adu penalti di Manchester, Inggris. Milan terakhir kali meraih gelar prestisus dengan merebut juara Liga Italia pada musim kompetisi 2003/2004 sekaligus menempatkan penyerang Andriy Shevchenko sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Italia, maka rossoneri-pun semakin ditakuti.

Pasang surut 2006-2008
Pada musim kompetisi Liga Italia Seri A 2006/2007, Milan terkait dengan skandal calciopoli yang mengakibatkan klub tersebut harus memulai kompetisi dengan pengurangan 8 poin. Meskipun begitu, publik Italia tetap berbangga karena di tengah rusaknya citra sepak bola Italia akibat calciopoli, Milan berhasil menjuarai kompetisi sepak bola yang paling bergengsi di dunia, Liga Champions. Hasil itu didapat setelah Milan menaklukkan Liverpool 2-1 lewat dua gol Filippo Inzaghi. Gelar inipun menuntaskan dendam Milan yang kalah adu penalti dengan Liverpool dua tahun silam. Gelar pencetak gol terbanyakpun disabet pemain jenius Milan, Kaká dengan torehan 10 gol. Pada pertengahan musim, Milan mendatangkan mantan pemain terbaik dunia, Ronaldo dari Real Madrid untuk memperkuat armada penyerang mereka setelah penyerang muda Marco Borriello dihukum karena terbukti doping. Musim 2007/2008, Milan terpaksa bermain di kompetisi Piala UEFA setelah hanya berhasil menduduki peringkat ke-5 dibawah Fiorentina dengan selisih 2 poin. Dalam pertandingan Serie A yang terakhir, Milan menang 4-1 atas Udinese, tapi di saat bersamaan, Fiorentina juga menang atas Torino dengan skor 1-0 yang akhirnya posisi kedua tim tak ada perubahan. Untuk memperbaiki performa di musim berikut (2008/2009), Milan membeli sejumlah pemain baru, di antaranya Mathieu Flamini dari Arsenal, serta Gianluca Zambrotta dan Ronaldinho yang keduanya berasal dari Barcelona. Pada transfer paruh musim 2008/2009, Milan mendatangkan David Beckham dengan status pinjaman dari klub sepak bola Amerika Serikat LA Galaxy.

Pasca-Ancelotti

Era Leonardo
Pada akhir musim 2008/2009,Milan menempati peringkat ke-3 klasemen liga Serie A, dua peringkat di bawah rival sekota, Internazionale yang meraih scudetto dan di bawah Juventus. Untuk memperbaiki hasil yang kurang memuaskan ini, Milan mendatangkan pelatih muda yang sekaligus mantan pemain Milan era 90-an, Leonardo untuk menggantikan pelatih Milan sebelumnya, Ancelotti yang "hijrah ke London", tepatnya klub Chelsea F.C.. Milan juga terpaksa melepas beberapa pemainnya, antara lain:
_Kaka, pindah ke Real Madrid. Nilai transfernya ± 67 juta Euro
_Paolo Maldini, bek legendaris Milan ini memutuskan untuk pensiun
_Yoann Gourcuff, memutuskan untuk tetap di Bordeaux.

Masalah terbesar yang mengganjal transfer para pemain tersebut adalah pihak Milan yang selalu berpikir dua kali untuk mengeluarkan uang demi membeli seorang pemain. Pada bulan Juli dan Agustus 2009, Milan mendapatkan dua pemain baru, yaitu Oguchi Onyewu yang merupakan seorang mantan bek Standard Liège dengan status bebas transfer dan Klaas-Jan Huntelaar bekas penyerang Real Madrid dengan nilai kontrak 14,7 juta Euro. Namun hasil yang di dapatkan Milan pada turnamen pra-musim banyak menuai kekecewaan, pemain anyar yang diturunkan oleh Milan pada saat tur pra-musim hanya Oguchi Onyewu karena Huntelaar baru bergabung bulan Agustus.
Musim 2009/2010 diawali Milan dengan hasil yang tidak memuaskan. Bermula ketika Milan meraih hasil imbang 2-2 melawan Los Angeles Galaxy, seterusnya, Milan terus menuai hasil negatif. Milan terperosok di ajang World Football Challange 2009. Di ajang Audi Cup, Milan juga kalah oleh Bayern Munich dengan skor 1-4. Bahkan, ketika menghadapi derby 30 Agustus 2009 melawan Internazionale di San Siro, Milan kalah memalukan dengan skor 0-4, sekaligus memecahkan rekor kemenangan terbesar Inter di San Siro.
Pertengahan Oktober 2009, penilaian berbagai pihak tentang kinerja Leonardo sebagai pelatih yang tadinya berada di titik terendah akibat serentetan performa buruk, mulai terdongkrak dengan berhasilnya Leonardo memimpin Milan mengalahkan AS Roma 2-1 di San Siro[3]. Setelah kemenangan itu, Milan juga menuai hasil positif di Stadion Santiago Bernabéu dengan kemenangan dramatis atas Real Madrid 3-2[4]. Dan setelah itu, Milan kembali menuai kemenangan atas Chievo Verona di Stadio Marc'Antonio Bentegodi, kandang Chievo, skor 2-1 untuk kemenangan AC Milan. Pada 1 November 2009, Milan mengalahkan Parma F.C. di San Siro 2-0[5] sekaligus mengantarkan Milan ke peringkat 4 klasemen sementara (Zona masuk Liga Champions terakhir). Pada 19 November 2009, kekalahan 0-2 Juventus F.C. dari Cagliari membuat Milan berada di posisi runner-up di bawah Internazionale; karena, beberapa jam setelah kekalahan Juventus, Milan memenangkan pertandingannya dengan Catania, 2-0[6].
Memasuki bagian akhir musim Serie A April 2010, Milan yang tengah berada di peringkat ketiga dan hanya selisih 4 poin dari peringkat pertama kelasemen AS Roma, dan hanya berjarak 1 poin dengan peringkat kedua Inter Milan. Namun pada akhirnya Milan harus takluk dua kali berturut-turut dari Sampdoria 2-1, dan dari Palermo dengan skor 3-1. Dengan kekalahan tersebut, impian Milan untuk meraih gelar musim ini pupus. Pada pertandingan di giornata terakhir Seri A 2009/2010 antara Milan melawan Juventus, Leonardo memimpin Milan mengalahkan Juventus 3-0 di San Siro[7], sekaligus memberi kontribusi terakhirnya bagi rossoneri, dan mengumumkan bahwa ia akan berhenti melatih Milan untuk musim depan.[8] Sejak mundurnya Leonardo, banyak spekulasi yang berpendapat mengenai pelatih baru Milan, tetapi pada 25 Juni 2010, secara mengejutkan pihak Milan mengumumkan untuk memilih Massimiliano Allegri sebagai pelatih baru Milan.[9]Masalah terbesar yang mengganjal transfer para pemain tersebut adalah pihak Milan yang selalu berpikir dua kali untuk mengeluarkan uang demi membeli seorang pemain. Pada bulan Juli dan Agustus 2009, Milan mendapatkan dua pemain baru, yaitu Oguchi Onyewu yang merupakan seorang mantan bek Standard Liège dengan status bebas transfer dan Klaas-Jan Huntelaar bekas penyerang Real Madrid dengan nilai kontrak 14,7 juta Euro. Namun hasil yang di dapatkan Milan pada turnamen pra-musim banyak menuai kekecewaan, pemain anyar yang diturunkan oleh Milan pada saat tur pra-musim hanya Oguchi Onyewu karena Huntelaar baru bergabung bulan Agustus.
Musim 2009/2010 diawali Milan dengan hasil yang tidak memuaskan. Bermula ketika Milan meraih hasil imbang 2-2 melawan Los Angeles Galaxy, seterusnya, Milan terus menuai hasil negatif. Milan terperosok di ajang World Football Challange 2009. Di ajang Audi Cup, Milan juga kalah oleh Bayern Munich dengan skor 1-4. Bahkan, ketika menghadapi derby 30 Agustus 2009 melawan Internazionale di San Siro, Milan kalah memalukan dengan skor 0-4, sekaligus memecahkan rekor kemenangan terbesar Inter di San Siro.
Pertengahan Oktober 2009, penilaian berbagai pihak tentang kinerja Leonardo sebagai pelatih yang tadinya berada di titik terendah akibat serentetan performa buruk, mulai terdongkrak dengan berhasilnya Leonardo memimpin Milan mengalahkan AS Roma 2-1 di San Siro. Setelah kemenangan itu, Milan juga menuai hasil positif di Stadion Santiago Bernabéu dengan kemenangan dramatis atas Real Madrid 3-2. Dan setelah itu, Milan kembali menuai kemenangan atas Chievo Verona di Stadio Marc'Antonio Bentegodi, kandang Chievo, skor 2-1 untuk kemenangan AC Milan. Pada 1 November 2009, Milan mengalahkan Parma F.C. di San Siro 2-0 sekaligus mengantarkan Milan ke peringkat 4 klasemen sementara (Zona masuk Liga Champions terakhir). Pada 19 November 2009, kekalahan 0-2 Juventus F.C. dari Cagliari membuat Milan berada di posisi runner-up di bawah Internazionale; karena, beberapa jam setelah kekalahan Juventus, Milan memenangkan pertandingannya dengan Catania, 2-0.
Memasuki bagian akhir musim Serie A April 2010, Milan yang tengah berada di peringkat ketiga dan hanya selisih 4 poin dari peringkat pertama kelasemen AS Roma, dan hanya berjarak 1 poin dengan peringkat kedua Inter Milan. Namun pada akhirnya Milan harus takluk dua kali berturut-turut dari Sampdoria 2-1, dan dari Palermo dengan skor 3-1. Dengan kekalahan tersebut, impian Milan untuk meraih gelar musim ini pupus. Pada pertandingan di giornata terakhir Seri A 2009/2010 antara Milan melawan Juventus, Leonardo memimpin Milan mengalahkan Juventus 3-0 di San Siro, sekaligus memberi kontribusi terakhirnya bagi rossoneri, dan mengumumkan bahwa ia akan berhenti melatih Milan untuk musim depan. Sejak mundurnya Leonardo, banyak spekulasi yang berpendapat mengenai pelatih baru Milan, tetapi pada 25 Juni 2010, secara mengejutkan pihak Milan mengumumkan untuk memilih Massimiliano Allegri sebagai pelatih baru Milan.

Era Allegri, Scudetto ke-18
Musim 2010/2011, Milan dipimpin oleh Massimiliano Allegri, dengan berbagai pembaruan mulai dari sponsor (bwin.com digantikan Emirates), hingga lini pemain. Di akhir bursa transfer, secara mengejutkan Milan memboyong Zlatan Ibrahimovic dari F.C. Barcelona (dengan opsi pinjaman dan pembelian 24 juta Euro di akhir musim), dan Robinho dari Manchester City. Awal musim, Milan dikejutkan dengan kekalahan 0-2 dari tim promosi A.C. Cesena, meski dalam pertandingan tersebut baik Ibrahimovic maupun Robinho memulai debutnya. Pada pertandingan derby tanggal 14 November 2010, Milan mengalahkan Internazionale di Giuseppe Meazza dengan gol tunggal penalti Ibrahimovic. Pada transfer paruh musim, Milan memboyong sejumlah pemain anyar seperti Antonio Cassano dari U.C. Sampdoria, Mark van Bommel dari Bayern Munich, dan Nicola Legrottaglie dari Juventus F.C.. Di ajang Liga Champions, Milan yang berhasil menembus babak penyisihan grup dipermalukan Tottenham Hotspur dengan skor 0-1 di San Siro. 13 Maret 2011, Milan mengalami hasil seri 1-1 dengan penghuni dasar klasemen A.S. Bari, minggu berikutnya 19 Maret, Milan dipermalukan U.S. Città di Palermo 0-1 di Stadion Renzo Barbera. Kekalahan tersebut membuat jarak poin dengan posisi 2 Internazionale berkurang menjadi 2 poin, dan itu terjadi tepat sebelum derby Milan putaran kedua. 2 April, derby antara Milan dan Inter berlangsung di San Siro, berakhir dengan kemenangan Milan 3-0, berkat 2 gol Pato dan 1 gol Cassano. Pada 7 Mei 2011, Milan meraih hasil imbang 0-0 dengan A.S. Roma, 1 poin tambahan hasil seri membuat poin Milan menjadi 78 poin, tak terkejar peringkat 2 Inter karena kalah head-to-head, dan membuat Milan meraih gelar juara Serie A atau scudetto yang ke-18[10]. Pada 6 Agustus 2011, Milan bertemu kembali dengan Inter dalam rangka pertandingan Piala Super Italia, Milan sebagai juara Serie A bertemu Inter sebagai juara Piala Italia. Milan memenangi pertandingan tersebut 2-1 melalui gol Ibrahimovic dan Boateng, sementara gol Inter dicetak oleh Wesley Sneijder, membuat Milan unggul 1 Piala Super (6) dari Inter (5).

Skuad
No. Pos. Name.
1 GK Marco Amelia
4 MF Mark van Bommel
5 DF Philippe Mexès
7 FW Alexandre Pato
8 MF Gennaro Ivan Gattuso
9 FW Filippo Inzaghi
10 MF Clarence Seedorf
11 FW Zlatan Ibrahimovic
13 DF Alessandro Nesta
14 MF Sulley Muntari
15 MF Djamel Mesbah
16 MF Mathieu Flamini
18 MF Alberto Aquilani (pinjaman dari Liverpool)[13]
19 DF Gianluca Zambrotta
20 MF Ignazio Abate
21 FW Maxi López (pinjaman dari Catania)[14]
22 MF Antonio Nocerino
23 MF Massimo Ambrosini
25 DF Daniele Bonera
27 MF Kevin-Prince Boateng
28 MF Urby Emanuelson
30 GK Flavio Roma
32 GK Christian Abbiati
33 DF Thiago Emiliano da Silva
37 MF Alexander Merkel
52 DF Mattia De Sciglio
57 DF Mattia Valoti
70 FW Róbson "Robinho" de Souza
76 DF Mario Yepes
77 DF Luca Antonini
92 FW Stephan El Shaarawy
99 FW Antonio Cassano

On Loan
GK Ferdinando Coppola (di Torino sampai 30 Juni 2012)[15]
GK Antonio Donnarumma (di Gubbio sampai 30 Juni 2012)[16]
GK Filippo Perucchini (di Lecco sampai 30 Juni 2012)[17]
GK Michal Miskiewicz (di Südtirol sampai 30 Juni 2012)
DF Marcus Diniz (di Como sampai 30 Juni 2012)
DF Taye Taiwo (di QPR sampai 30 Juni 2012)
DF Massimo Oddo (di Lecce sampai 30 Juni 2012)
DF Dídac Vilà (di Espanyol sampai 30 Juni 2012)[18]
DF Michelangelo Albertazzi (di Getafe sampai 30 Juni 2012)[19]
DF Andrea De Vito (di Cittadella sampai 30 Juni 2012)[20]
DF Cristian Daminuţă (di FC Tiraspol sampai 30 Juni 2012)[21]
MF Giovanni Scampini (di Poggibonsi sampai 30 Juni 2012)[22]
MF Rodney Strasser (di Lecce sampai 30 Juni 2012)[23]
MF Attila Filkor (di Livorno sampai 30 Juni 2012)[24]
MF Gianmarco Conti (di Lecco sampai 30 Juni 2012)[25]
MF Luca Santonocito (di Südtirol sampai 30 Juni 2012)[26]
MF Mitja Novinič (di Virtus Lanciano sampai 30 Juni 2012)[27]
FW Davide Di Gennaro (di Modena sampai 30 Juni 2012)[28]
FW Nnamdi Oduamadi (di Torino sampai 30 Juni 2012)[29]
FW Andrea Schenetti (di Südtirol sampai 30 Juni 2012)[30]
FW Pierre Aubameyang (di Saint-Étienne sampai 30 Juni 2012)[31]
FW Dominic Adiyiah (di Karşıyaka sampai 30 Juni 2012)[32]
FW Marco Gaeta (di Renate sampai 30 Juni 2012)[33]
FW Alberto Paloschi (di Chievo sampai 30 Juni 2012)
FW Gianmarco Zigoni (di Avellino sampai 30 Juni 2012)

Co-ownership
GK Davide Facchin (at Pavia until 30 June 2012)
DF Matteo Darmian (at Torino, co-owned with Palermo until June 2012)[58]
DF Simone Romagnoli (at Pescara until June 2012)[59]
DF Luca Meregalli (at Pavia until June 2012)[60]
MF Wilfred Osuji (at Padova until June 2012)[61]
FW Simone Verdi (at Torino until June 2012)[62]
FW Giacomo Beretta (at Juve Stabia, co-owned with Genoa until June 2012)[63]

Staff

Pelatih utama : Massimiliano Allegri
Asisten pelatih: Mauro Tassotti
Pelatih kiper : Valerio Fiori
Manajer pelatih kiper : Marco Landucci
Asisten teknik : Andrea Maldera
Pelatih kebugaran :
_Agostino Tibaudi
_Simone Folletti
_Fabio Allevi
_Bruno Dominici
_Sergio Mascheroni
_Andrea Primitivi
Direktur medis : Rodolfo Tavana
Dokter klub :
_Stefano Mazzoni
_Armando Gozzini
Manajer pelatih atletik : Daniele Tognaccini
Kiropraktor : Kristian Baekkel
Fisioterapis :
_Dario Lorenzo Fort
_Stefano Grani
_Roberto Morosi
_Marco Paesanti
Ahli pemijatan :
_Endo Tomoroni
_Roberto Boerci

Hall Of Fame

Legend Player
Demetrio Albertini
Massimo Ambrosini
Carlo Ancelotti
Roberto Baggio
Franco Baresi
Alessandro Costacurta
Renzo De Vecchi
Paolo Di Canio
Roberto Donadoni
Gennaro Gattuso
Filippo Inzaghi
Gianluigi Lentini
Giuseppe Pancaro
Cesare Maldini
Paolo Maldini
Mauro Tassotti
Alessandro Nesta
Andrea Pirlo
Gianni Rivera
Sandro Salvadore
Angelo Sormani
Giovanni Trapattoni
Massimo Oddo
Gianluca Zambrotta
Alberto Gilardino
José Altafini
Kaká
Kurt Hamrin
Ronaldinho
Ronaldo
Rivaldo
Serginho
Cafu
Leonardo
Alexandre Pato
Edgar Davids
Klaas-Jan Huntelaar
Clarence Seedorf
Marco van Basten
Frank Rijkaard
Ruud Gullit
Gunnar Gren
Nils Liedholm
Gunnar Nordahl
Zlatan Ibrahimovic
Marcel Desailly
Jean-Pierre Papin
Mathieu Flamini
Yoann Gourcuff
Herbert Kilpin
David Beckham
Ray Wilkins
Oliver Bierhoff
Karl Heinz Schnellinger
Roberto Ayala
Hernán Crespo
Jon Dahl Tomasson
Martin Laursen
Zvonimir Boban
Umit Davala
José Mari
Rui Costa
Dejan Savićević
Juan Alberto Schiaffino
Andriy Shevchenko
George Weah

Nomor yang dipensiunkan / diabadikan
3) Paolo Maldini > Bek tengah 1985–2009
Diaktifkan kembali untuk salah satu dari anak Paolo, Christian Maldini dan Daniel Maldini, bila sudah masuk tim inti Milan.[35]
6) Franco Baresi > Sweeper 1977–1997

Pelatih terkenal
Herbert Kilpin
Salah satu pendiri AC Milan sekaligus pelatih pertama Milan.
Carlo Ancelotti
Sumbangsihnya terhadap Milan adalah menyumbang 2 trofi Seri A dan 2 trofi Liga Champions sebagai pemain, serta 2 trofi Liga Champions dan 1 trofi Seri A sebagai pelatih.
Cesare Maldini
Sebagai pemain dia menyumbang 4 trofi Seri A dan 1 trofi Liga Champions.
Arrigo Sacchi
Pelatih yang membawa Milan mendapat predikat "The Dream Team", memenangkan 1 trofi Seri A, dan 2 trofi Liga Champions berturut-turut.
Fabio Capello
Suksesor dari Sacchi, di tangannya, Milan menjadi semakin gemilang. Menyumbangkan 4 trofi Seri A dan 1 trofi Liga Champions.
Nereo Rocco
Pelatih jenius Milan yang mengembangkan taktik catenaccio[36][37][38]. Menyumbangkan 2 trofi Seri A, 1 trofi Liga Champions, dan 1 trofi Piala Winners.
Vittorio Pozzo
Pelatih legendaris Italia, meski pada masanya Milan tidak terlalu bersinar, Ia membuktikan diri bahwa dirinya adalah pelatih jenius dengan menemukan formasi Metodo (2-3-2-3), formasi yang menyeimbangkan antara serangan dan pertahanan.
Nils Liedholm
Melatih Milan selama 3 generasi (1963-1966, 1977-1979, dan 1984-1987), Liedholm menyumbangkan 4 trofi Seri A.
Leonardo de Araújo
Pelatih Milan pertama yang berasal dari Brasil.

Jersey/Sponsor

Daftar Pelatih AC Milan


Nama Negara Tahun
Herbert Kilpin 1900–1908
Daniele Angeloni 1906–1907
Komisi Teknik 1907–1910
Giovanni Camperio 1910–1911
Komisi Teknik 1911–1914
Guido Moda 1915–1922
Ferdi Oppenheim 1922–1924
Vittorio Pozzo 1924–1926
Guido Moda 1926
Herbert Burgess 1926–1928
Engelbert König 1928–1931
József Bánás 1931–1933
József Viola 1933–1934
Adolfo Baloncieri 1934–1937
William Garbutt 1937
Hermann Felsner
József Bánás 1937–1938
József Viola 1938–1940
Guido Ara
Antonio Busini 1940–1941
Mario Magnozzi 1941–1943
Giuseppe Santagostino 1943–1945
Adolfo Baloncieri 1945–1946
Giuseppe Bigogno 1946–1949
Lajos Czeizler 1949–1952
Gunnar Gren 1952
Mario Sperone 1952–1953
Béla Guttmann 1953–1954
Antonio Busini 1954
Hector Puricelli 1954–1956
Giuseppe Viani 1957–1960
Paolo Todeschini 1960–1961
Nereo Rocco 1961–1963
Luis Carniglia 1963–1964
Nils Liedholm 1963–1966
Giovanni Cattozzo 1966
Arturo Silvestri 1966–1967
Nereo Rocco 1966–1972
Cesare Maldini 1973–1974
Giovanni Trapattoni 1974
Gustavo Giagnoni 1974–1975
Nereo Rocco 1975
Paolo Barison 1975-1976
Giovanni Trapattoni 1976
Giuseppe Marchioro 1976–1977
Nereo Rocco 1977
Nils Liedholm 1977–1979
Massimo Giacomini 1979–1981
Italo Galbiati 1981
Luigi Radice 1981–1982
Italo Galbiati 1982
Francesco Zagatti 1982
Ilario Castagner 1982–1984
Italo Galbiati 1984
Nils Liedholm 1984–1987
Fabio Capello 1987
Arrigo Sacchi 1987–1991
Fabio Capello 1991–1996
Oscar Tabárez 1996
Giorgio Morini 1996–1997
Arrigo Sacchi 1997
Fabio Capello 1997–1998
Alberto Zaccheroni 1998–2001
Cesare Maldini
Mauro Tassotti 2001
Fatih Terim 2001
Carlo Ancelotti 2001–2009
Leonardo 2009—2010
Massimiliano Allegri 2010—

Daftar presiden AC Milan
Alfred Edwards 1899–1909
Giannino Camperio 1909
Piero Pirelli 1909–1928
Luigi Ravasco 1928–1930
Mario Bernazzoli 1930–1933
Luigi Ravasco 1933–1935
Pietro Annoni 1935
Pietro Annoni
G. Lorenzini
Rino Valdameri 1935–1936
Emilio Colombo 1936–1939
Achille Invernizzi 1939–1940
Umberto Trabattoni 1940–1944
Antonio Busini 1944–1945
Umberto Trabattoni 1945–1954
Andrea Rizzoli 1954–1963
Felice Riva 1963–1965
Federico Sordillo 1965–1966
Franco Carraro 1967–1971
Federico Sordillo 1971–1972
Albino Buticchi 1972–1975
Bruno Pardi 1975–1976
Vittorio Duina 1976–1977
Felice Colombo 1977–1980
Gaetano Morazzoni 1980–1982
Giuseppe Farina 1982–1986
Rosario Lo Verde 1986
Silvio Berlusconi 1986–2004
Komisi Presidensial 2004–2006
Silvio Berlusconi 2006–2008
Mengalami kelowongan 2008-

Daftar kapten AC Milan
Herbert Kilpin (1899-1907)
Gerolamo Radice (1908-1909)
Guido Moda (1909-1910)
Max Tobias (1910-1911)
Giuseppe Rizzi (1911-1913)
Louis Van Hege (1913-1915)
Marco Sala (1915-1916)
Aldo Cevenini (1916-1919)
Alessandro Scarioni (1919-1921)
Cesare Lovati (1921-1922)
Francesco Soldera (1922-1924)
Pietro Bronzini (1924-1926)
Gianangelo Barzan (1926-1927)
Abdon Sgarbi (1927-1929)
Alessandro Schienoni (1929-1930)
Mario Magnozzi (1930-1933)
Carlo Rigotti (1933-1934)
Giuseppe Bonizzoni (1934-1936)
Luigi Perversi (1936-1939)
Giuseppe Bonizzoni (1939-1940)
Bruno Arcari (1940-1941)
Giuseppe Meazza (1941-1942)
Giuseppe Antonini (1942-1944)
Paolo Todeschini (1944-1945)
Giuseppe Antonini (1945-1949)
Andrea Bonomi (1949-1952)
Carlo Annovazzi (1952-1953)
Omero Tognon (1953-1954)
Gunnar Nordahl (1954-1956)
Nils Liedholm (1956-1961)
Francesco Zagatti (1961)
Cesare Maldini (1961-1966)
Gianni Rivera (1966-1975)
Romeo Benetti (1975-1976)
Gianni Rivera (1976-1979)
Albertino Bigon (1979-1980)
Aldo Maldera (1980-1981)
Fulvio Collovati (1981-1982)
Franco Baresi (1982-1997)
Paolo Maldini (1997-2009)
Massimo Ambrosini (2009- , tidak tetap)

Warna dan lambang Milan

Warna seragam kebanggaan Milan adalah merah-hitam,atau dalam bahasa Italia: Rossoneri[46], namun anehnya, di ajang final suatu kompetisi yang tidak memakai format kandang-tandang (contoh:Liga Champions) , Milan selalu memakai warna seragam putih. Tradisi ini dipercaya membawa keberuntungan untuk Milan. Dengan enam kali menang dari delapan laga final Liga Champions berseragam putih (hanya kalah melawan Ajax pada 1995 dan Liverpool pada 2005) membuat tradisi ini semakin kukuh dipertahankan. Selain kedua seragam Milan (merah-hitam dan putih), Milan memiliki seragam ketiga (third kit) berwarna hitam dengan sentuhan garis merah di beberapa bagian. Namun, seragam ketiga ini sangat jarang digunakan.
Untuk "beberapa tahun" belakangan, lambang Milan memakai sentuhan bendera Milan (flag of Milan), yaitu lambang yang terlihat seperti lambang salib berwarna merah pada lambang Milan, yang aslinya adalah bendera dari Saint Ambrose.[47] Panggilan Milan yang lainnya, Il Diavolo Rosso (setan merah) berasal dari lambang bintang yang dikenakan Milan di atas lambang klubnya[47]. Bintang tersebut dikenakan Milan pada 1979 karena Milan sudah memenangkan lebih dari sepuluh gelar lokal (scudetto Seri A). Saat ini, lambang klub Milan adalah untuk dipersembahkan kepada bendera Comune di Milano, dengan singkatan ACM di atas dan tahun berdirinya 1899 di bawah.[47]

Rekor statistik Milan
Paolo Maldini sampai sekarang mencetak rekor untuk total penampilan di Seri A untuk Milan dengan total ± 1000 penampilan, dan 600 diantaranya diperoleh dari Seri A (14 Mei 2007, tidak termasuk pertandingan playoff). Selanjutnya ia dikenal sebagai pemain paling sering tampil di Seri A sepanjang masa.[48]
Topskor Milan sepanjang sejarah dipegang oleh Gunnar Nordahl, yang mencetak 254 gol dalam 268 permainan.[49] Andriy Shevchenko berada di urutan kedua dengan 243 gol dalam 298 permainan, dan pencetak gol tertinggi di skuat Milan saat ini adalah Filippo Inzaghi, dengan 101 gol dalam 220 permainan.
Milan memiliki rekor yang unik namun impresif, yaitu saat mengikuti musim 1991/1992. Milan tidak pernah kalah dalam musim tersebut. Totalnya, Milan tidak pernah kalah dalam 58 pertandingan, dimulai dengan seri 0-0 melawan Parma saat 26 Mei 1991 dan secara ironis diakhiri dengan kekalahan kandang 1-0 dengan Parma juga, 21 Maret 1993. Rekor tidak terkalahkan ini merupakan rekor terpanjang ketiga di sepak bola Eropa, di bawah Steaua Bucharest dengan 104 pertandingan tanpa kekalahan dan Celtic dengan 68 pertandingan tanpa kekalahan.[50][51]
Pada 2007, Milan bersama dengan Boca Juniors dari Argentina menyandang gelar klub dengan gelar internasional terbanyak versi FIFA.[52] Kerena status ini, Milan sempat merajai peringkat klub sepak bola terhebat dunia pada kisaran 2007.

Komponen penting Milan
Stadion

Stadion San Siro

Stadion Giuseppe Meazza (nama Italia: Stadio Giuseppe Meazza, juga dikenal dengan nama San Siro), adalah stadion sepak bola di Milan, Italia. Stadion ini adalah kandang bagi dua tim Liga Italia dari Seri A: A.C. Milan dan Internazionale.
Dibangun pada 1925 di distrik San Siro di Milan, yang menjadi sumber nama aslinya, di 1979 stadion ini diubah namanya secara resmi menjadi "Giuseppe Meazza" untuk menghormati seorang pemain Inter pada tahun 1920-an, namun hingga kini bagi fans AC Milan namanya tetap "San Siro".
Pada tahun 1987 dalam persiapan untuk Piala Dunia pemerintah Italia memberikan dewan kota Milan $30 juta untuk memodernisasikan stadion tersebut, namun akhirnya ongkosnya membengkak dua kali lipat.
Pada tahun 1990, stadion ini menjadi tempat pertandingan final Piala Dunia antara Jerman Barat dan Argentina.
Kapasitas: 80.074
Lapangan
Panjang: 105 meter
Lebar: 68 meter
Permukaan: Rumput
Peresmian: 19 September 1926
Stadion tim saat ini adalah Stadion Giuseppe Meazza yang berkapasitas 85.000 orang. Stadion ini juga dikenal dengan nama San Siro, karena berada di distrik San Siro. Stadion ini digunakan bersama dengan Internazionale, klub lain di Milan. Stadion ini dipakai ketika Seri A melaksanakan partai antara klub kota Milan, Derby della Madonnina (Ibu segala derby). Nama ini diberikan untuk penghormatan kepada patung bunda Maria yang berada di Milan (sering disebut Madonnina atau ibu), serta karena rivalitas keduanya yang sangat sengit karena keduanya sama-sama tim jajaran atas terhebat di Italia, atmosfer pertandingannya melebihi pertandigan derby manapun. Suporter AC Milan menggunakan "San Siro" untuk menyebut stadion itu karena dulunya Giuseppe Meazza, merupakan seorang pemain bintang bagi Inter (meski dia pernah membela Milan selama satu musim). Tetapi, pada masa mendatang, ada wacana untuk memindahkan homebase Milan ke stadion baru, seperti yang diungkapkan wakil presiden Adriano Galliani pada tahun 2006.[53]

Basis pendukung
Secara sejarah, AC Milan (dipanggil dengan "Milan" saja di Italia) didukung oleh kaum pekerja dan kelas buruh di Milan yang umumnya merupakan para pendatang dari daerah Italia selatan (atas dasar itulah julukan "Casciavit" / obeng diberikan untuk Milan)[54], sementara Inter lebih didukung orang-orang kaya.[54] Meskipun begitu, pada beberapa tahun terakhir, basis pendukung telah banyak berubah. Milan kini dimiliki oleh raja media dan Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi, sementara Inter dimiliki pebisnis garis tengah-kiri, Massimo Moratti.
Basis pendukung Milan yang disebut Milanisti mayoritas berhaluan politik sayap kiri, berseberangan dengan Inter yang didominasi oleh pendukung yang secara tradisional berhaluan sayap kanan. Grup pendukung (ultras) yang terkenal dari Milan adalah Fossa Dei Leoni[55] yang beraliran ekstrem kiri, dan Brigate Rossonere[55] yang beraliran ekstrem kanan. Menyusul keributan dengan suporter Inter pada derby musim kompetisi 2005/2006, Fossa Dei Leoni membubarkan diri secara organisasi. Meskipun begitu, massa mereka masih setia mendukung Milan di tribun khusus bagian selatan stadion San Siro bersama kelompok lain, dengan sebutan Curva Sud.

Nama
1899 - 1919 Milan C.F.C (Milan Cricket and Football Club)
1919 - 1938 Milan F.C (Milan Football Club)
1938 - 1945 A.C. Milano (Associazione Calcio Milano)
"Milano" adalah ejaan untuk Milan dalam Italia, dipakai selama era fasisme Italia dalam Perang Dunia 2
1938 -
A.C. Milan (Associazione Calcio Milan) "Milan" adalah ejaan dalam Inggris, untuk menghormati Alfred Edwards

Himne Milan
AC Milan juga mempunyai himne yang berjudul "Inno Milan!",diciptakan oleh Tony Renis, pembuat lagu asal Italia.

Bahasa Italia
Milan milan solo con te
Milan milan sempre per te
Camminiamo noi accanto ai nostri eroi
Sopra un campo verde sotto un cielo blu
Conquistate voi una stella in piã
A brillar per noi
E insieme cantiamo
Milan Milan solo con te, Milan!!
Milan Milan sempre per te
Ooo oo... Ooo oo..
Una grande squadra
Sempre in festa olã¨
Ooo oo... Ooo oo.. Ooo oo..
E insieme cantiamo
Milan Milan solo con te, Milan!!
Milan Milan sempre per te
Con il Milan nel cuore
Nel profondo dell'anima
Un vero amico sei
E insieme cantiamo
Milan Milan solo con te, Milan!!
Milan Milan sempre con te
Ooo oo.. Ooo oo..

Bahasa Indonesia
Milan Milan hanya dengan anda
Milan Milan selalu untuk anda
Kita berjalan di samping pahlawan kita
Di lapangan hijau, di bawah langit biru
Anda memenangkan bintang utama
Bersinar untuk kita
Dan bersama kami menyanyi
Milan Milan hanya dengan anda, Milan!!
Milan Milan selalu untuk anda
Ooo oo... Ooo oo..
Sebuah tim besar
Juga dalam perayaan
Ooo oo... Ooo oo.. Ooo oo..
Dan bersama kami menyanyi
Milan Milan hanya dengan anda, Milan!!
Milan Milan selalu untuk anda
Dengan Milan di hati
Di kedalaman jiwa
Seorang sahabat sejati anda
Dan bersama kami menyanyi
Milan Milan hanya dengan anda, Milan!!
Milan Milan selalu untuk anda
Ooo oo... Ooo oo..

Tim rival
Di Italia Di Luar Italia
Internazionale Manchester United F.C.
Juventus F.C. Liverpool F.C.
A.S. Roma Arsenal F.C.
Genoa C.F.C. F.C. Barcelona
ACF Fiorentina Real Madrid C.F.
Atalanta B.C. Ajax Amsterdam
S.S.C. Napoli São Paulo F.C.
U.C. Sampdoria Boca Juniors

Serba-serbi AC Milan di bidang keuangan
Berdasarkan Deloitte Football Money League yang diterbitkan oleh konsultan Deloitte, di musim 2005/2006, Milan ada di peringkat kelima klub sepak bola dengan pendapatan terringgi di dunia dengan jumlah estimasi pendapatannya 233.7 juta Euro.[57] Saat ini, Milan menempati peringkat keenam dalam daftar Klub Sepakbola Terkaya Di Dunia oleh majalah Forbes, membuat Milan klub sepak bola Italia terkaya.[58]
Fly Emirates adalah sponsor Milan saat ini, di mulai dari musim 2010/2011 dan setidaknya akan bertahan hingga 5 musim ke depan[59]. Perusahaan judi online Austria, bwin.com adalah sponsor Milan yang sebelumnya, dengan kontrak empat tahun dimulai dari musim 2006/2007.[60]
Sebelum bwin.com, sponsor Milan adalah Opel, perusahaan mobil asal Jerman. Opel mensponsori Milan selama 12 tahun, dan terpampang selama itu juga dengan logonya, namun, pada musim 2003/2004 dan 2005/2006 nama sponsor Opel di seragam Milan berubah, menjadi Meriva (2003/2004) dan Zafira (2005/2006), dua mobil produk mereka.
Seragam dan perlengkpan olahraga Milan saat ini disuplai dari perusahaan manufaktur olahraga Jerman, Adidas, yang kontraknya berakhir pada musim 2017/2018.[61] Kontrak ini membuat Adidas adalah manufaktur resmi semua seragam dan perlengkapan replika Milan. Sebelum Adidas, perusahaan olahraga Italia Lotto adalah manufaktur resmi seragam dan perlengkapan Milan. Tanggal 14 Januari 2008, Milan dan Adidas memperbaharui kontrak kerjasama sampai 30 Juni 2018. Berdasarkan kontrak, Adidas bertanggungjawab terhadap tiga franchise Milan: sponsor terhadap seragam, merchandise Milan, dan distribusi semua produk non-sepak bola Milan.[62]

Superleague Formula

Milan juga mensponsori "AC Milan Superleague Formula"[63] dalam ajang balap mobil Superleague Formula (ajang balap mobil formula yang diponsori klub sepak bola, dan balapan sesuai nama klub yang mensponsorinya). Robert Doornbos yang balapan untuk Minardi dan Red Bull Racing di kejuaraan dunia Formula One, akan membalap untuk Milan.[64]. Doornbos memenangkan balapan pertamanya untuk tim di Superleague Formula Nürburgring 2008. Doornbos digantikan oleh juara GP2 series, Giorgio Pantano.[65] Penggantian ini menyebabkan Milan adalah peserta pertama yang memakai lebih dari satu pembalap. Di balapan pertama Giorgio, tim AC Milan mengalami masalah pada gearbox - saat pertandingan kualifikasi - yang menyebabkan ia terdampar di grid ke-16 saat balapan pertama. AC Milan memenangkan balapan kedua dari pembukaan musim 2009. Pada musim 2010, Milan menggunakan jasa Yelmer Buurman sebagai pengendara mobil Superleague Formula.

Full name : Associazione Calcio Milan S.p.A.[1]
Nickname(s) :
_i Rossoneri (The Red and Blacks)
_il Diavolo (The Devil)
_Casciavit (Lombard for: Screwdrivers)
Founded : December 16, 1899; 112 years ago[2]
Ground : San Siro, Milan (Capacity: 80,018)
Owner : Silvio Berlusconi[3]
President : Vacant[1]
Head coach : Massimiliano Allegri[4]
League : Serie A
2010–11 : Serie A, 1st


"FORZA MILAN!"

Minggu, 19 Februari 2012

5 About REGAL! Part 1

REGAL? Yeah, Now Republik Eight GangsAL.. In seven grade, REGAL : Republik sEven GangsAL.. And for Nine grade, we just use REGAL : Republik ninE GangsAL.. Langgeng ya? So, pasti.
And I have one badge for REGAL..


Haha. Ini Original buatan saya. Ya nggak special tapi paling nggak buat iseng-isengan baru lah..
Dan ini anggota dari REGAL :
(1) Afita Novira Tsania (Vice Captain-Chamberlain)
(2) Alas Sukma Rusmana
(3) Amadira Rahdani (Captain-Chamberlain)
(4) Andi Ashri Oktafia
(5) Arnan Jinawi (Sports Section)
(6) Ayusnita Gebby Maharani
(7) Choirul Garin Pratama (Vice Captain-Class)
(8) Dinda Putri Ariyani (CleaningClass Section)
(9) Dwinanda Reza Savero (Security)
(10) Fairuzal Kholisa Haf
(11) Furnia Adelincya Kawengian
(12) Habel Widiarto
(13) Indi Jazilah
(14) Ivan Dwi Aridianto (Captain-Class)
(15) Margaretha Widya
(16) Muhammad Iqbal Hamdany
(17) Nada Zhafiera
(18) Naura Viesya Nafa Dayana
(19) Palupi Rahmadhani
(20) Radifan Aufar Pratama
(21) Rahma Fimora (Absence Section)
(22) Shelvia Anggraeni
(23) Thiara Devi Pangeztu (Vice Secretary)
(24) Virdiawan Ihza Prasta
(25) Yuni Rahmawati (Secretary)
(26) Thania Amanda (BeautyClass Section)

Tentunya kami memiliki perbedaan sifat yang menjadi satu, "Gemah Ripah Loh Jinawi" ..
Tapi, dalam perbedaan itu, kami bisa belajar tuk toleransi, saling berkerja sama, dan menjadikan kami bersatu dal kesatuan kelas..
Nama REGAL akan kami gunakan hingga kelas 9 nantinya. Dengan Format, REGAL~75.85.95~2010.2011.2012~ ..
Kisah cinta pun ada dikelas ini. Contohnya saja, Arnan Jinawi dan Yuni Rahmawati yang udah setaun. Wow! Keren yahh? Ya mudah-mudahan nantinya saya dan dengan siapa yang jadi pasangan saya nantinya bisa langgeng. Amiennn!!
Okeee, kapan2 kita lanjut di About REGAL Part II. :) Thanks.

Rabu, 15 Februari 2012

0 I'll Be There

You and I must make a pact
We must bring salvation back
Where there is love
I'll be there

I'll reach out my hand to you
I'll have faith in all you do
Just call my name
And I'll be there

I'll be there to comfort you
I'll build my world and dreams around you
So glad that I found you
I'll be there with love that's strong
I'll be your strength
I'll keep holding on and on and on
Oh yes I will

Let me fill your heart will joy and laughter
Togetherness well that's all I'm after
Whenever you need me
I'll be there

I'll be there to protect you
With an unselfish love that respects you
Just call my name
And I'll be there

I'll be there to comfort you
I'll build my world and dreams around you
So glad that I found you
I'll be there with love that's strong
I'll be your strength
I'll keep holding on and on
Oh yeah

If you should ever find someone new
I know he'd better be good to you
Cos if he doesn't
Then I'll be there

Don't you know baby yeah,
I'll be there
I'll be there
Just call my name
And I'll be there

I'll be there baby
I'll be there
You know I'll be there
Just call my name and I'll be there
I'll be there
I'll be there
Just call my name
And I'll be there

0 Alexandre Pato


Personal information
Full name : Alexandre Rodrigues da Silva
Date of birth : 2 September 1989 (1989-09-02) (age 22)[1]
Place of birth : Pato Branco, Paraná, Brazil
Height : 1.79 m (5 ft 10 1⁄2 in)[2]
Playing position : Striker
Club information
Current club : Milan
Number : 7
Youth career
2000–2006 Internacional
Senior career
2006–2007 : Internacional 10 (6)
2007– : Milan 112 (51)
National team
2007 : Brazil U20 12 (8)
2008 : Brazil U23 6 (2)
2008– : Brazil 18 (6)

Alexandre Rodrigues da Silva (born 2 September 1989), commonly known as Alexandre Pato or simply Pato, is a Brazilian professional footballer who plays as a striker for Milan and the Brazilian national team. His nickname, Pato, refers to his place of birth, Pato Branco. The literal translation of Pato from Portuguese to English is "Duck" which has evolved into a common nickname for him.

Club career

Internacional
In June 2006, at only 16 years of age, Pato was signed by Sport Club Internacional to compete in the Campeonato Brasileiro Sub-20. Despite the fact that he was competing against players up to four years older than he was, Pato became top scorer of the competition as Internacional Sub-20 defeated Grêmio 4–0. Ready to join the Inter first team in November that same year, his debut finally happened at the Estádio Palestra Itália against São Paulo giants Palmeiras for the Campeonato Brasileiro. Alexandre Pato met and surpassed any and all expectations of what was expected of him as he scored his first professional goal within the first minute of the game. The rest of his participation was spent dribbling and confusing defenders as he made two assists (and almost scoring another himself) to help Internacional rout Palmeiras 4–1. He was substituted off in the 77th minute.

Pato was included in the Internacional squad that won the 2006 FIFA Club World Cup. During this event, Pato broke Pelé's long standing record as he became the youngest ever player to score in a FIFA organised competition at the age of 17 years and 102 days old against African club champions Al-Ahly. Pelé was 17 years and 239 days old when he scored against Wales during the 1958 FIFA World Cup.
Keeping up with his promising figure, Pato debuted at the Campeonato Gaúcho on February 24 against Veranópolis and scored a goal in the 2–1 victory. He also debuted in Copa Libertadores on 28 February against Emelec of Ecuador (also his first game at Beira-Rio) and scored once during the 3–0 thumping. But the biggest highlight of Pato's time with Internacional was during the Recopa Sudamericana as he helped Internacional win their first ever title. Against Pachuca of Mexico, he scored one goal in the 2–1 defeat in Mexico. But on the return game on June 7 and with more than fifty-one thousand Colorados present, Pato had a great performance as he scored once and led the 4–0 thrashing to win Internacional's third international title.

Milan
2007–08 season
Incumbent European champions AC Milan officially confirmed the signing of Pato on 2 August 2007, paying nearly €24 million to transfer his contract from Internacional.

Due to FIFA football regulations regarding non-EU minors, Pato was unable to play official matches for Milan until 3 January 2008, when the Italian transfer window and registration reopened. However, Milan was allowed to include the player in friendlies and training beginning 3 September 2007, one day after his 18th birthday. Pato made his non-competitive debut in a 2–2 draw against Dynamo Kiev on 7 September 2007 and scored a header. On 4 January 2008, Pato's transfer to Milan became official.

Pato scored his first Milan goal on his Serie A debut against Napoli in a 5–2 home victory on 13 January 2008. He scored his first brace for Milan, in a 2–0 victory over Genoa at the San Siro on 27 January 2008. He finished the 2007–08 season with 9 goals in 20 appearances (18 in the league).

2008–09 season
In late 2008, Pato scored two goals in Milan's 5–1 win over Udinese just before the Christmas break, and managed to shine again with a brace against Roma the following matchday at the Stadio Olimpico on 11 January 2009, proving that he is a vital part of Milan's attack. He continued his impressive form for Milan, hitting six goals in four games, including a game winning strike against Fiorentina on 18 January. On 15 February, he scored his 11th goal of the season in a 2–1 defeat against home rivals Internazionale. On 26 February, Pato scored his 12th goal of the season against Werder Bremen in the UEFA Cup, a game Milan drew 2–2; but with this, were knocked out the competition on the away goals rule. Pato continued his good form with two goals against Siena on 15 March. Pato finished the 2008–09 season as Milan's top goalscorer with 18 goals.

2009–10 season
On 22 August 2009, in the first Serie A match of the 2009/2010 season, Pato scored a goal in each half during the 2–1 win against Siena.[7] Around two months later, on 21 October 2009, during matchday 3 of the Champions league group stage, Pato scored 2 second half goals in a 3–2 win against Real Madrid at the Bernabéu. He has since played at the right wing in a 4–3–3 formation. On 18 January 2010, Pato was awarded the 2009 Serie A Young Footballer of the Year award at the Oscar del Calcio ceremony becoming the first Brazilian to be awarded with the title. On his return to the team from injury, Pato scored a goal in each of Milan's next three games against Udinese, Bari, and Fiorentina. On 28 February, he scored a brace in the first half at the San Siro, helping Milan beat Atalanta 3–1 but coming off halfway through the second half due to a hamstring injury. This injury forced him to miss two crucial trips to Roma and Manchester United. To conclude Pato's season, he injured the same muscle again shortly after returning and was forced to miss the rest of the season, playing only 20 games due to constant injuries.

2010–11 season

In the first match of the season against Lecce, he scored 2 goals in Milan's 4–0 win. However, he found himself on the treatment table just after his first 2 matches of the season which ruled him out for the next 3 matches. In his next full match after his injury, he scored twice against Chievo at the San Siro, returning to his position as a striker in a 4–3–1–2 formation. He then scored once again against Bari in San Nicola. After a string of great performances, Pato injured his hamstring for the third time in less than a year. This injury ruled him out for six weeks.

On 9 January, he scored his first two goals of 2011 to help Milan draw 4–4 against Udinese after going down 3–1. On 26 January, he scored two goals helping Milan to win 2–1 against Sampdoria in Coppa Italia. On February 6 he scored a goal against Genoa helping Milan to draw 1–1. Another remarkable goal of his came on 20 February when he scored the winning goal in a 2–1 away victory over Chievo, when he dribbled in between two defenders and finished off with a goal off the post. He scored the third goal after assisting Boateng in a 3–0 victory over Napoli on 28 February. With Ibrahimovic suspended for the Milan derby Pato's two goals saw Milan secure their much needed 3 points. He dedicated his brace to his supporters. Assisted by Boateng, he scored the second goal in a 2–1 away win against Fiorentina on 10 April.

2011–12 season
On September 13, in a Champions League group-stage match against Barcelona, Pato scored the 5th fastest goal in the competition's history, 24 seconds after kick-off.[8] Later that month, he suffered a thigh injury during a 1–1 draw with Udinese.[9] Pato made his return as a sub against Fiorentina and hit the post in the 79th minute in a 0-0 draw. He then scored and won a penalty in a 4-0 win against Chievo and in midweek scored against Viktoria Plzen and setup Robinho in a 2-2 draw. He started against Bologna the next week in a 2-2 draw. In January 2012, Pato was on the brink of moving to the Ligue 1 side Paris Saint-Germain F.C.. This move would have given AC Milan the opportunity to make a bid for Carlos Tevez. However on the 12th January 2012 Pato refused the transfer citing his commitment for the rossoneri. During the Coppa Italia round of 16 victory over Novara, Pato picked up a muscle strain in his thigh, which tests revealed an injury of his biceps femoris of his left thigh.

International career

After gaining prominence at club level, Pato was called up for the youth teams of Brazil. He helped Brazil win the 2007 South American Youth Championship, which qualified the country for the 2007 FIFA U-20 World Cup, and was selected by Brazil coach Dunga for the 2008 Summer Olympics.[10] He scored his first goal for the senior Brazilian team on his debut against Sweden at the Emirates Stadium in England on 26 March 2008, beating Pelé's record of scoring a goal within seconds of his full international debut.[11]

He took part at the 2009 Confederations Cup in South Africa, where he played only in the first round match against Egypt. Then, he was not called by Dunga to play in the 2010 World Cup.

He became a regular under new coach Mano Menezes, wearing the number 9 jersey. He scored a goal in Brazil's 2–0 friendly win over the United States on 10 August 2010. He scored the second goal in Brazil's 3–0 win against Iran on 7 October 2010. Pato's success in the Brazil national team continued as he again scored in a friendly match against Ukraine where they won 2–0.

Pato has so far participated in the 2011 Copa América and has scored a notable brace in the group stage against Ecuador.

Personal life
Pato said in an interview with the Brazilian television program, Esporte Espetacular that at age 11, he broke his arm and while examining the injuries, doctors found a tumour in the arm and feared the arm needed to be amputated. A successful operation removed the tumour.[13]

In 2007, Pato was engaged to Brazilian actress Sthefany Brito. They mutually split up in January 2009 due to their inability to keep a long-distance relationship.[14] However, they got back together, and on 7 July 2009, they married in a ceremony at the Copacabana Palace in Rio de Janeiro.[15] However, the marriage lasted less than ten months, and the couple divorced on 21 April 2010, with Brito citing Pato's constant partying as the reason for their split.[16] In 2010, he had a brief romance with Miss Brazil 2010, Débora Lyra.[17] In 2011, Pato has been linked as being in a romance with Barbara Berlusconi, daughter of Silvio Berlusconi.

Statistics

Club
Team Season Domestic
league Domestic
cup Continental1 Other2 Total
Apps Goals Apps Goals Apps Goals Apps Goals Apps Goals
Internacional 2006 1 1 0 0 0 0 2 1 3 2
2007 9 5 0 0 5 2 2 2 16 9
Total 10 6 0 0 5 2 4 3 19 11
Milan 2007–08 18 9 0 0 2 0 — 20 9
2008–09 36 15 0 0 6 3 — 42 18
2009–10 23 12 0 0 7 2 — 30 14
2010–11 25 14 3 2 5 0 — 33 16
2011–12 10 1 1 1 3 2 1 0 15 4
Total 112 51 4 3 23 7 1 0 140 61
Career total 122 57 4 3 28 9 5 3 159 72

Youth international
Brazil U20 national team
Year Apps Goals
2007 12 8
Total 12 8
Brazil U23 national team
Year Apps Goals
2008 6 2
Total 6 2

International
Brazil national team
Year Apps Goals
2008 4 1
2009 4 0
2010 3 3
2011 7 2
Total 18 6

International goals
Goal Date Venue Opponent Score Result Competition
1 26 March 2008 Emirates Stadium, England Sweden 1–0 1–0 Friendly[21]
2 10 August 2010 New Meadowlands Stadium, United States United States 2–0 2–0 Friendly[22]
3 7 October 2010 Abu Dhabi, United Arab Emirates Iran 2–0 3–0 Friendly[22]
4 11 October 2010 Pride Park Stadium, Derby, England Ukraine 2–0 2–0 Friendly
5 July 13, 2011 Estadio Mario Alberto Kempes, Córdoba, Argentina Ecuador 1–0 4–2 2011 Copa América
6 July 13, 2011 Estadio Mario Alberto Kempes, Córdoba, Argentina Ecuador 3–2 4–2 2011 Copa América

Selasa, 14 Februari 2012

0 Iker Casillas Fernández


Iker Casillas Fernández (Spanish pronunciation: [ˈikeɾ kaˈsiʎas feɾˈnandeθ]; born 20 May 1981) is a World-cup winning Spanish football goalkeeper who plays for the Spanish La Liga club Real Madrid and the Spanish national team, being the captain of both. In 2008 he led the Spanish national team to their first European Championship in 44 years, and in 2010, to win the World Cup, being also named the tournament's best goalkeeper.
Since his early professional years as a teenager, Casillas has been recognised as one of the best goalkeepers in Europe, being nominated for the European Footballer of the Year award twice, ranking fourth overall in 2008 and continuing to be the highest-ranked goalkeeper again in 2009. At the end of 2009 he was voted into the UEFA Team of the Year for the third consecutive time. As of 2011 Casillas is one of a very select group of players who have won all major club and national championship titles. In 2010, he was awarded with the Sports Prince of Asturias Award. On 19 October 2010, Casillas became the most capped goalkeeper of all time in the UEFA Champions League and in November 2011, he became the most capped player of all time for the Spanish national team.

Early life
Casillas was born on 20 May 1981 in Móstoles, Community of Madrid to José Luis Casillas, a civil servant in the Ministry of Education, and María del Carmen Fernández González, a hairdresser. Both his parents had emigrated from their home town of Navalacruz, Ávila. When Iker was a child, he lived for some years in the Basque Country, but he has always considered Madrid to be his hometown.[citation needed] Casillas has a brother, seven years younger, named Unai, who currently plays as a central midfielder for CD Móstoles.
As a young child, one weekend Casillas forgot to post his father’s football predictions on the weekend his father had correctly predicted all 14 results. The family lost out on an estimated €1m.

Real Madrid

Casillas at the Estadio Santiago Bernabéu

Casillas had started in the junior squad of Real Madrid's youth system during the 1990–91 season. On 27 November 1997 at age 16 he was first called up to the first team to face Rosenborg in Champions League, but it wasn't until the 1998–99 season that he debuted in the senior side, substituting Bodo Illgner. By the next season, he relegated Illgner to the bench and became first-choice. In 2000, he became the youngest ever goalkeeper to play in a Champions League final when Real Madrid defeated Valencia 3–0, just four days after his nineteenth birthday.

Casillas lost his place in the side to backup César Sánchez after a patch of bad form during the 2001–02 campaign, but redeemed himself when Sánchez suffered an injury in the last minutes of 2002 Champions League final match. Casillas came on and pulled off several brilliant saves to deny a rampant Bayer Leverkusen the Champions League crown. Real Madrid won 2–1 and Casillas has maintained the number 1 shirt ever since.
The 2007–08 season was a fruitful season for Casillas as he helped Real Madrid reclaim their 31st La Liga title and conceded only 32 goals in 36 matches to claim the Zamora Trophy. On 14 February 2008, he and then club captain Raúl González were awarded a contract for life. Casillas signed a contract extension that will keep him at the club until 2017, with an automatic extension if he plays 30 competitive matches during the final season of the contract and a buy-out clause of £113 million. His performances earned him a spot in the UEFA Team of the Year for the second time.
In February 2009, Casillas equalled Paco Buyo's record of 454 matches played (for a goalkeeper) and has since surpassed it to become Real Madrid's most-capped goalkeeper of all time at only twenty-seven years old. During the 2009 summer transfer window, some Spanish media reported that Manchester City had launched a record £129 million bid for the goalkeeper. However the club denied the allegations saying that no such offer had been made. Manchester United had been rumoured to have enquired about him, but no price was announced. He had been linked with other Premier League clubs before but Casillas himself stated that he "had no intention of leaving" his boyhood club.
During the 2009–10 season on 4 October in a game against Sevilla, Casillas made an extraordinary save; he ran from one side of his goal to the other and denied Diego Perotti in a one-on-one close range encounter. After the match, he received praise from fellow Spanish goalkeepers and England goalkeeper Gordon Banks, who stated "Casillas' reflexes are incredible. If he continues to play this well he will become one of the best goalkeepers in the history of the game." Europa Press reported that Casillas was the 2nd most popular Spanish sportsman on the internet throughout 2010. The study performed by company Vipnet360 examined the web presence on platforms like Facebook, Twitter and YouTube.
During the 2011–12 season, Casillas won IFFHS Best Goalkeeper award, making him the only and first goalkeeper to win it 4 times.
Casillas played his 600th match for Real Madrid on January 22, 2012 in a 4–1 win against Athletic Bilbao.

International career

Casillas was the captain of Spain in the 2010 FIFA World Cup finals.

Casillas debuted for the national team in the U–17 level. At age 16, he was the youngest player in the Spanish squad that placed third at the 1997 FIFA U-17 World Championship in Egypt. He was later made captain of the U-17's. Two years later, he went on to win the FIFA World Youth Championship and the UEFA-CAF Meridian Cup that same year. Initially second-choice, he soon worked his way up to first-choice and eventually earned his first senior cap following some brilliant performances at club level.
asillas is currently the most capped player in the history of the Spanish national team. Following his full international debut at the senior level on 3 June 2000 against Sweden (at 19 years and 14 days), Casillas was an unused substitute at Euro 2000. He was part of the roster for the 2002 World Cup, initially as the understudy to Santiago Cañizares. Coincidentally, Casillas became the first-choice goalkeeper when Cañizares had to withdraw from the tournament due to injury from a freak accident. At 21, he was one of the youngest first-choice goalkeepers in the tournament. He played an instrumental role in Spanish progression when he saved two penalties in the shoot-out during the round of 16 match against the Republic of Ireland, earning him the nickname "The Saint". One of his saves during the quarterfinals versus South Korea during the 2002 FIFA World Cup was rated by FIFA as one of the top 10 saves of all time.[16]
Casillas played in all eight Group six fixtures during Euro 2004 qualifying, conceding just four goals. He kept a clean sheet in the second leg victory of the playoff against Norway which ended 3–0 in Oslo, and started all of Spain's Euro 2004 matches. He was the first choice for the 2006 FIFA World Cup, captaining the team twice, but could not prevent La Roja from losing 3–1 to a Zidane-inspired France in the Round of 16.
With the exclusion of his Real Madrid teammate Raúl from the squad for Euro 2008, Casillas was given the captain's armband. He started the first two Group D games against Russia and Sweden before being rested in place of second-choice goalkeeper Pepe Reina for Spain's group stage elimination of Greece. Casillas saved two penalties from Antonio Di Natale and Daniele De Rossi as Spain eliminated Italy in the quarterfinals with a 4–2 shootout win following a goalless draw on 22 June.[17] Spain later went on to win the competition with a 1–0 win over Germany in the final on 29 June; Casillas kept clean sheets for the quarterfinal, semifinal, and final matches, with Sweden's first round goal by Zlatan Ibrahimović being the last one scored against him. On 29 June 2008 Casillas became the first goalkeeper-captain to lift the UEFA European Championship trophy when Spain beat Germany 1–0 in the final.
In October 2008, Casillas and deputy in goal Pepe Reina broke the national record for the longest time spent without conceding a goal. The pair went unbeaten for 710 minutes, longer than Spain's longest-serving goalkeeper Andoni Zubizarreta and Paco Buyo.[19] Wesley Sonck of Belgium ended their goalless streak when he scored against them a 2010 World Cup qualifying match.
Casillas was the highest ranked goalkeeper (4th place) in the 2008 Ballon d'Or behind Cristiano Ronaldo, Lionel Messi and national teammate Fernando Torres. Also in 2008 Casillas was named the world's best goalkeeperby the IFFHS.[20] He also came in third place in the best goalkeepers of all time ranking; beating Oliver Kahn.[20]
On 5 September 2009, after a 5–0 win over Belgium in a qualifying match for the World Cup, Casillas equalled Andoni Zubizarreta's national record of 56 clean sheets,[21] and during the Spanish team's next match against Estonia on 9 September 2009, he surpassed Zubizarreta as the record holder for the most Spanish international clean sheets (this being achieved in Casillas' 98th appearance for the national team, while Zubizarreta made 126 before his retirement).[21] Two months later, Casillas made his 100th appearance for the Spanish squad in the friendly win over Argentina, making him only the third player in history of Spanish football to ever reach this far internationally.[22]
On 11 July 2010, he captained Spain to their first ever World Cup title with a 1–0 win against the Netherlands.[23] In doing so he became the third ever goalkeeper to captain a World Cup winning side (along with Gianpiero Combi in 1934 and Dino Zoff in 1982). He was voted the tournament's best goalkeeper and awarded the Golden Glove.[24] In the course of the finals in South Africa he kept five clean sheets, conceded two goals, and saved a penalty in the quarter final against Paraguay. In the final, he made two crucial stops from Netherlands' Arjen Robben with the score at 0–0 after the Dutchman had passed all the defenders.
On 15 November 2011, Casillas became Spain's most capped player, breaking Andoni Zubizarreta's record after starting for Spain in their 2–2 draw against Costa Rica.

Sponsorship
In January 2012 Casillas agreed a sponsorship deal with adidas to wear their Response goalkeeping gloves and Predator football boots[25]. The move to adidas ended a long running association for Casillas with Reebok. In February 2005 Iker was the football face of Reebok's I Am What I Am global integrated advertising campaign that linked all the brand's marketing efforts under one umbrella.

Statistics

All-Time Club Performance
Club Season League Cup Europe Other Total
Apps G A Apps G A Apps G A Apps G A Apps G A
Real Madrid
1999–00 27 23 5 1 12 19 3 5 47 48
2000–01 34 37 0 0 11 15 2 4 47 56
2001–02 25 27 5 5 9 6 1 0 40 38
2002–03 38 42 0 0 15 21 2 1 55 64
2003–04 37 50 2 1 9 10 2 2 50 63
2004–05 37 30 0 0 10 11 0 0 47 41
2005–06 37 38 4 6 7 9 0 0 48 53
2006–07 38 40 0 0 7 10 0 0 45 50
2007–08 36 32 0 0 8 13 2 6 46 51
2008–09 38 52 0 0 7 10 2 5 47 67
2009–10 38 35 0 0 8 9 0 0 46 44
2010–11 35 32 8 2 11 6 0 0 54 40
2011–12 22 21 4 6 4 0 2 5 32 32
Career totals 442 459 28 21 118 139 16 28 604 647

All-Time National Team Performance

National
Team Year Friendlies World Cup European Championships Confederations Cup Total
Pld GA Pld GA Pld GA Pld GA Pld GA
Spain 2000 3 3 3 2 0 0 0 0 6 5
2001 3 2 2 0 0 0 0 0 5 2
2002 4 1 5 5 2 0 0 0 11 6
2003 3 1 1 2 6 4 0 0 10 7
2004 6 3 3 1 3 2 0 0 12 6
2005 1 0 9 4 0 0 0 0 10 4
2006 4 3 3 4 3 5 0 0 10 12
2007 1 0 0 0 8 3 0 0 9 3
2008 7 1 2 0 6 2 0 0 15 3
2009 4 1 5 4 0 0 4 4 13 9
2010 5 7 7 2 3 3 0 0 15 12
2011 7 5 0 0 4 2 0 0 11 7
Total 48 27 40 24 35 21 4 4 127 76

Outside Football

Personal Life
Since 2009, Casillas has been in a relationship with sports journalist Sara Carbonero.[34] Avenida Iker Casillas [Iker Casillas Avenue] is a street in Móstoles, Madrid, Spain. The street was renamed from Avenida de los Deportes [Sports Avenue] on 5 January 2012 in commemoration of Iker Casillas, who was born in Móstoles.

Charity
In 2011, Casillas was appointed as a Goodwill Ambassador for the United Nations Development Programme's Millennium Development Goals.

Personal information
Full name : Iker Casillas Fernández
Date of birth : 20 May 1981 (age 30)
Place of birth : Móstoles, Madrid, Spain
Height : 1.82 m (6 ft 0 in)[1]
Playing position : Goalkeeper

Club information
Current club : Real Madrid
Number : 1
Youth career :
1990–1998 : Real Madrid

Senior career*
1998–1999 : Real Madrid C 26 (0)
1999 : Real Madrid B 4 (0)
1999– : Real Madrid 442 (0)

National team‡
1996 : Spain U15 1 (0)
1996–1998 : Spain U16 19 (0)
1997–1999 : Spain U17 10 (0)
1999 : Spain U18 4 (0)
1999 : Spain U20 2 (0)
1999–2000 : Spain U21 5 (0)
2000– : Spain 127 (0)
 

Be Better Than Before Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates